You are currently viewing Press Release: Mini Conference Diet Plastik Menutup Rangkaian Gerakan Diet Plastik di Hari Keanekaragaman Hayati

Press Release: Mini Conference Diet Plastik Menutup Rangkaian Gerakan Diet Plastik di Hari Keanekaragaman Hayati

Bali, 24 Juni 2023 – Global Youth Conference on SDGs (GYC on SDGs) dengan bangga mengumumkan keberhasilan gerakan Diet Plastik yang telah mencapai puncaknya dalam Mini Conference yang diadakan pada tanggal 24 Juni 2023. Mini Conference ini menjadi momen penting dalam perjalanan gerakan Diet Plastik yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai dan menciptakan kesadaran lingkungan di masyarakat.

Berbagai pembicara yang berpengalaman dan berkompeten dalam bidangnya telah berbagi pemikiran, pengetahuan, dan pengalaman mereka dalam upaya mengatasi masalah sampah plastik. Mini Conference ini menghadirkan berbagai poin penting yang dapat menjadi pedoman bagi pemerintah, masyarakat, dan kelompok untuk menyukseskan gerakan Diet Plastik. Beberapa poin penting yang diungkapkan oleh pembicara meliputi:

  1. BAPPEDA Bali menegaskan bahwa keberhasilan pemimpin dalam mengatasi masalah sampah terletak pada kemampuan mengelola dan mengendalikan sampahnya. Pemerintah perlu mengatur regulasi sebagai dasar pelaksanaan di daerah, dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan kelompok sangat dibutuhkan untuk menyukseskan gerakan diet plastik.
  2. The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) menyatakan bahwa untuk mengatasi masalah plastik, tidak cukup hanya bergantung pada pemerintah, melainkan juga memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat. Peran anak muda sebagai stakeholder diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam upaya mengurangi sampah plastik.
  3. Irma Yanti, salah satu peserta diet plastik, berbicara tentang pentingnya mengubah gaya hidup dengan menjadi lebih sadar dan aktif dalam memilah dan mengurangi sampah plastik.

Selain itu, Mini Conference ini juga menjadi ajang bagi mitra dan peserta untuk berbagi pengalaman, komitmen, dan tanggapan mereka terhadap gerakan Diet Plastik. Mitra dan peserta menunjukkan dukungan dan semangat mereka dalam melanjutkan upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Bahkan, BAPPEDA terinspirasi untuk mengajak staf mereka untuk mempraktekkan diet plastik.

Selama rangkaian acara Diet Plastik, termasuk webinar umum, workshop jurnalistik bersama SIEJ, dan briefing teknis, partisipasi dan respons masyarakat sangat menggembirakan. Di tengah upaya untuk meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai, serempak terjadi pengurangan sampah plastik sebesar 70% oleh 20 organisasi mitra yang terlibat. Selain itu, sebanyak 60 responden telah mengisi survey Diet Plastik, menunjukkan tingginya kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam gerakan ini.

Adapun aksi mitra organisasi yang menghadiri Mini Conference, sebagai berikut:

  • Selvi Lakka dari Youth Voice Now, berbagi bahwa gerakan diet plastik telah sukses menginspirasi sekolah dan komunitas untuk mengurangi penggunaan plastik melalui audiensi dan surat edaran.
  • Jamila Hudarohmah dari SMP Muhammad Ahmad Dahlan mengungkapkan bahwa diet plastik telah berdampak besar dalam mengurangi pemakaian plastik secara personal dan menekankan pentingnya berpikir bijak dalam menggunakannya.
  • Febby Ria Syahfitri dari Go Green Kaputama menyebutkan bahwa gerakan diet plastik membuka mata akan kebiasaan konsumsi plastik yang berlebihan dan mendorong penggunaan tas kain sebagai alternatif kresek.
  • Matilda dari Donasi Sampahmu.id menjelaskan upaya edukasi kepada masyarakat untuk membuang sampah dengan bijak dan memilah sampah dari rumah agar tidak berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
  • Leia dan Jeslin dari Homeschooling Kita menyadari bahaya penggunaan plastik setelah mendapatkan edukasi dari GYC. Mereka mengubah kebiasaan sehari-hari dan mulai tertarik untuk memilah sampah serta mengurangi penggunaan plastik.
  • Fauzi dari BYOB berkomitmen untuk melanjutkan gerakan No Plastic Month sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan diet plastik dan berharap gerakan ini dapat menyebar ke lebih banyak kalangan di lingkungan kampus.
  • Dewa Bagus dari Senat Mahasiswa Poltekpar Bali melakukan berbagai gerakan diet plastik, termasuk memberikan edukasi dan audiensi kepada bisnis lokal untuk mengimplementasikan ide-ide diet plastik.
  • Ardine Gantari dari YCI Bali memberikan mentoring terkait gerakan diet plastik dan workshop tentang pemilahan sampah dan daur ulang plastik.
  • Diyah Darma Yanti dari PPLH Bali menyadari seberapa banyak plastik yang digunakan sebelum mengikuti gerakan diet plastik dan mengajak untuk merenung kembali terkait penggunaan plastik sekali pakai.
  • Johana Halim dari SDGs Marathon berkomitmen untuk terus melakukan diet plastik melalui tantangan bersama GYC dan mengusulkan adanya panduan praktis untuk mengurangi penggunaan plastik.
  • Andini Maltas dari PMR SMPN 15 menggunakan program GYC untuk membangun kembali program Adiwiyata di sekolah dan mengajak para siswa untuk peduli terhadap dampak penggunaan plastik.

“Kami merasa bangga dengan hasil yang telah dicapai oleh para mitra organisasi dalam gerakan Diet Plastik dan Mini Conference ini,” ujar Patricia Tanjaya, Committee Chairperson dari GYC on SDGs. “Komitmen 11 organisasi mitra dan partisipasi aktif masyarakat telah menghasilkan perubahan nyata dalam upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kami berharap semangat ini dapat terus berlanjut dan lebih banyak individu serta organisasi bergabung untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.”

Dengan keberhasilan ini, GYC dan semua mitra berkomitmen untuk terus memperluas gerakan Diet Plastik dan mengajak lebih banyak individu dan organisasi untuk bergabung. Dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, kolaborasi dan partisipasi aktif dari semua pihak merupakan kunci keberhasilan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang gerakan Diet Plastik dan upaya GYC on SDGs, kunjungi website kami di www.globalyouthconference.org dan ikuti kami di Instagram @gyconsdg.